Foodtruck Jualan Sayap Ayam Rezha Noviana Sukses Raih Banyak penghargaan

Dengan berkembangnya kuliner foodtruck di Bandung, ternyata menggugah seorang bernama Rezha Noviana untuk membentuk komunitas pengusaha foodtruck. Komunitas ini dibentuk pada bulan Maret tahun 2014. Selain menjadi inisiator komunitas foodtruck, tentu saja Rezha juga merupakan pengusaha foodtruck dong.

Nah, di Bandung sendiri sudah banyak pemilik usaha makanan yang mulai melirik menggunakan mobil sebagai salah satu cara berjualan mereka. Di samping memiliki keunikan tersendiri, menjajakan makanan menggunakan mobil ini ternyata juga dapat menarik anak muda untuk mencoba mencicipi makanan yang ada di foodtruck ini lho.

Rezha merupakan pemilik dari foodtruck bernama Wild Wings, salah satu foodtruck yang menu kamulannya adalah olahan berbahan dasar sayap ayam.

Fodtruck milik Rezha biasa mangkal pada malam hari di Jalan Gkamupura, Kota Bandung. Bagi kamu yang penasaran rasa dari sayap ayam dengan berbagai varian, kunjungi aja nih Wild Wings di Bandung.

Uniknya Owner Wings Wild Food Truck Rezha Noviana mengatakan keunggulan dari chicken wings adalah 11 saus yang jadi taburan bumbunya. Adapun saus-saus tersebut antara lain chili cheese, lime o lime, smockey barbeque, honey deglace, blackpepper, mexican inferno, yoghurt, mexican amigo, thai red curry, rendang dan hell o wings. Semua saus itu diracik sendiri. Dalam penyajiannya, semua mendapat takaran yang sama. Jadi dijamin rasanya pasti beda dari yang lain.

Chicken Wings dipilih karena produk ayam adalah salah satu makanan yang selalu menjadi favorit dan mudah diterima oleh masyarakat di Indonesia. Costumer yang membeli chiken wings di wild wings food truck akan diberi pilihan menu tambahan. Yakni, nasi atau kentang goreng. Masalah harga yang masih tergolong murah dari mulai Rp 15.000 – Rp 30.000.

Semangat pantang menyerah Ia juga menuturkan usaha food truck-nya ini mengalami jatuh bangun. Mulai dari pernah mangalami sepi penjualan, mobil mogok di tengah malam, ban mobil bocor di waktu awal pagi jam 2 subuh hingga mengalami kerugian sampai Rp 200 juta kala membuka cabang di BIP. Namun, hal itu tidak menjadi penyurut semangat. Sebab, ada cita-cita besar yang menjadi motivasi dibelakanganya. Alhasil, omzet sehari Rp 15 juta pun pernah diraih. Selain itu, sejumlah penghargaan pun dicapai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *