Investor Berburu Izin Investasi KEK Mandalika

Destinasi Unggulan 10 Bali Baru yang dicanangkan oleh pemerintah diharapkan nantinya akan masuk dalam kebijakan kawasan ekonomi khusus (KEK).

10 Bali Baru di Indonesia sebelumnya sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata Indonesia. Adapun 10 Bali Baru diantaranya adalah Danau Toba di Sumatera Utara, Tanjung Kelayang di Bangka Belitung, Tanjung Lesung di Banten, Kabupaten Kepulauan Seribu di Jakarta, Borobudur di Jawa Tengah, Bromo, Tengger dan Semeru di Jawa Timur, Wakatobi di Sulawesi Tenggara, Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur dan Morotai di Maluku Utara.

Pencanangan suatu daerah potensial masuk dalam kawasan ekonomi khusus (KEK) akan semakin mempermudah segala perizinan yang dibutuhkan. Hal ini bertujuan untuk semakin mempercepat pertumbuhan industri pariwisata di Indonesia.

Kawasan ekonomi khusus (KEK) dengan segala kebijakan didalamnya diyakini bisa mempermudah investor mengurus regulasi salah satunya izin usaha. Apalagi jika segala regulasi akan melewati satu pintu itu akan semakin mempermudah investor.

Hal inilah yang memang diharapkan oleh investor. Dari dahulu banyak investor yang enggan untuk menanamkan investasinya di Indonesia, regulasi yang berbelit-belit, lama pengurusan menjadi permasalahan klasik selama ini. Hal ini menyebabkan banyak tindakan pungli agar segala izin dipercepat.

“Kita buka-bukaan sajalah, investor semuanya mengeluh karena lama waktunya dan seolah olah dilempar sana sini. Itu ketahuan dari survei kita, enggak bisa pura-pura enggak tahu. Itu (perizinan usaha) rankingnya selalu 100 dari 141 negara. Berarti memang lambat,” ungkap Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Jadi buat aturan dan berlakukan di KEK. Itu akan efektif. Jadi tugas Menko Ekonomi memperbanyak KEK agar investor lebih tertarik masuk ke Indonesia,” tambahnya.

Sampai saat ini salah satu KEK yang berjalan dan menjadi percontohan lain adalah KEK Mandalika. KEK Mandalika menjadi salah satu KEK yang memiliki percepatan investasi sangat pesat. Sampai saat ini saja sudah ada beberapa investasi yang masuk dan masih dalam tahap pembangunan industri pariwisata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *