Kebijakan Impor Indonesia Dipertanyakan

Ada pemberitaan bahwa impor di Indonesia mengalami defisit. Ini terkait dengan adanya kebijakan yang kurang tepat. Dinilai kebijakan tersebut  kurang tepat karena banyak mendapatkan hasil yang kurang memuaskan.

Ada banyak poin yang perlu dibenahi agar tidak terjadi defisit. Neraca perdagangan harus terus eimbang sehingga akan membuat Negara mengalami kestabilan. Dengan adanya ini juga akan membuat surplus.

Kebijakan yang diambil oleh Negara kurang tepat. Jika dinilai dari apa ayng telah dilakukan dan menghasilkan defisit.  Ini akan membuat penurunan dan akan membuat neraca tidak stabil.

Pengendalian impor dinilai tidak efektif. Ini yang membuat neraca tidak stabil. Neraca eksport dan impor kurang tepat. Surplus di bulan September adalah surplus seasoneal. Hanya kejutan tentu saja dengan surplus 227 USD membuat kejutan. Namun sesuai dengan perkiraan seorang bahwa bulan oktober akan mengalami defisit.

“Implementasi kebijakan PPh impor barang konsumsi di awal september masih belum efektif, terbukti impor barang konsumsi di oktober masih tumbuh tinggi 20%,” menurut Direktur Eksekutif Core Indonesia, Muhammad Faisal.

Perkiraan tersebut sebelumnya memang sudah diperhitungkan oleh beliau. Tentunya dengan perhitungan yanga matang dan jelas. Ini memang akan membuat banyak perubahan. Akan ada banyak perubahan di berbagai sektor untuk kembali surplus.

Pengendalian pajak impor kurang efektif hanya memberikan dampak yang kecil saja. Ini karena banyak faktor, industry luar yang masuk bukan hanya dari migas. Konsumsi barang Impor juga sebenarnya sangatlah kecil. Terkait dengan hal tersbeut menaikan pajak impor merupakan kebijakan yang bagus hanya saja ini kurang begitu tepat.

Neraca perdagangan Indonesia akan stabil jika saja impor dan ekspor bisa dikendalikan. Kebijakan pada Impor dinilai sangat perlu dan harus tepat. Oleh karenanya perlu perhatian khusus agar ini kembali untuk menjadi surplus. Dengan ini tentunya akan membuat neraca yang baik.

Faisal malah sudah memperhitungkan akan terjadi defisit sebesar 6 USD sampai akhir tahun. Ini seharusnya menjadi perhatian. Agar semuanya terus terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *