Petitenget Festival Kerobokan Art & Spirit 12 – 16 September Pantai Petitenget

Untuk pertama kalinya, Petitenget Festival Kerobokan Art & Spirit dihelat di Desa Kerobokan dengan skala yang sangat besar, 12 – 16 September di Pantai Petitenget, Kerobokan. Pantai Petitenget dipilih karena terkenal dengan matahari terbenamnya yang sangat cantik. Desa Petitenget akan menjadi latar belakang magis acara Petitenget Festival Kerobokan Art & Spirit.

Petitenget Festival Kerobokan Art & Spirit 2018 kembali akan digelar pada 12-16 September 2018 mendatang. Rencananya festival kali ini akan dimeriahkan dengan kegiatan yoga ketawa yang bakal diikuti oleh sekitar 2.000-an peserta. Sebagai pre-event Petitenget Festival 2018, telah dilangsungkan yoga ketawa di Pantai Petitenget, Minggu (22/7) sore.

“Yoga ketawa massal ini hanya salah satu kegiatan yang akan kami gelar saat Petitenget Festival. Karena masih banyak lagi yang lain seperti Tari Tenun 1957 penari dari krama istri dari 50 banjar se-Desa Adat Kerobokan. Ada juga festival gebogan 50 banjar, Bajang Teruna Desa Adat Kerobokan, dan lomba ngelawar dari 4 kelurahan dan 2 desa se-Desa Adat Kerobokan dan stand UMKM,” ujar Ketua Panitia Pelaksana Petitenget Festival Kerobokan Art & Spirit 2018 AA Bayu Joni, Senin (23/7).

Menurutnya, yoga ketawa di Pantai Petitenget, Minggu (22/7) sore, merupakan pre-event Petitenget Festival. “Sekaligus saat itu pembuatan video klip jingle Petitenget Festival,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Badung I Made Badra, memberikan apresiasi atas terselenggaranya Petitenget Festival Kerobokan Art & Spirit 2018. Menurut dia semakin banyak kegiatan festival yang diselenggarakan, diharapkan semakin banyak menyedot wisatawan untuk datang ke Bali, khususnya ke Badung.

“Ini adalah kegiatan yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat. Tapi kami mendukung penuh terselenggaranya kegiatan ini,” tegasnya. Terkenal dikalangan pengunjung dan masyarakat sekitar, figur yang suka berteman yang digambarkan dengan patung yang sekarang menjadi ikon berada di belakan Pura Petitenget. Sifat alami Butho Ijo akan menemani setiap aspek festival hiburan tradisional dan modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *