PLTA Kayan Bentuk Sinergi Dua Negara

PLTA Kayan merupakan bentuk kerja sama antara pemerintah Indonesia dan China.

PLTA Kayan merupakan calon pembangkit listrik terbesar di Indonesia yang memiliki kapasitas terpasang total 9.000 Megawatt (MW). Kapasitas tersebut mengantarkan PLTA Kayan menjadi pembangkit listrik terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara.

Program pembangunan PLTA merupakan salah satu rencana pemerintah dalam rangka menggalakkan Energi Baru dan Terbarukan (EBT). PLTA dinilai pembangkit listrik yang dalam penerapannya ramah lingkungan karena tidak menyisakan polutan.

PLTA Kayan Siapa Pembangunnya?

PLTA Kayan adalah salah satu kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan China (wikimedia.org)

Pembangunan PLTA Kayan akan dilaksanakan oleh PT Kayan Hydro Energy (KHE), dan bekerjasama dengan Powerchina International Group Limited. Powerchina adalah perusahaan yang telah berinvestasi dalam pembangunan PLTA Three Gorges Dam.

Three Gorges Dam atau disebut Bendungan Tiga Ngarai terletak di distrik Yiling, Provinsi Hubei. Three Gorges Dam di China merupakan PLTA terbesar di dunia, yang dalam pembangunannya menghabiskan dana sekitar Rp 250-300 triliun.

Pembangunan PLTA Kayan merupakan bentuk kerja sama antara dua negara yaitu Indonesia dan China. Kerja sama antara kedua negara tersebut dipengaruhi dengan adanya kerangka Belt and Road Initiative.

Indonesia kini tengah mengalami kemajuan hubungan dan kerja sama dengan pemerintahan China. Hal tersebut sekaligus mengantarkan China untuk membangun kerja sama dengan dengan bangsa-bangsa anggota ASEAN.

Hubungan antara Indonesia dan China tidak dapat dipungkiri lagi, sebagaimana dilansir dari okezone.com (7/5/2018) total perdagangan kedua negara bahkan mencapai USD63,3 miliar pada tahun 2018.

China juga mitra dagang terbesar di Indonesia dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan. Kerja sama Indonesia dan China direalisasikan dalam banyak sektor, seperti proyek pembangunan taman dan rel kereta api cepat Jakarta-Bandung.

China juga tercatat sebagai sumber penghasil devisa tinggi bagi Indonesia, hal tersebut dikarenakan tingginya jumlah wisatawan China ke Indonesia.selainitu juga besarnya pertukaran pelajar yang dilakukan kedua negara.

Wisatawan China yang berkunjung ke Indonesia tercatat mencapai angka 2 juta jiwa pada tahun 2017. Hal tersebut membuktikan jika hubungan Indonesia dan China dinilai bagus untuk mengawali kemitraan dan investasi.

Indonesia dan China berkomitmen guna memajukan ekonomi masing-masing negara. Hal tersebut sebagaimana banyaknya fasilitas produksi China yang kemudian migrasi ke Indonesia.

Pembangunan PLTA Kayan juga merupakan wujud sinergi pemerintahan Indonesia dengan China. Sebagaimana diketahui China sebelumnya juga sudah banyak merambah proyek infrastruktur dikarenakan tingginya kebutuhan transportasi di Indonesia..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *