PLTA Kayan dan Komitmen PT KHE Merelokasi Dua Desa yang Terdampak Pembangunan

Ada dua desa yang akan tergusur akibat pembangunan PLTA Kayan.

Pemerintah telah menjalin kesepakatan dengan PT Kayan Hidro Energi (KHE) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara.

Rencana, proyek tersebut akan didirikan diatas tanah seluas 12.000 hektare dan ditargetkan mampu menghasilkan daya sebesar 6.000 megawatt (MW). Kedepan, PLTA Kayan akan dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan listrik di Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Tanah Kuning.

Selain itu, PLTA Kayan juga akan digunakan untuk mengaliri listrik di ibu kota baru di sebagian daerah Penajem Paser dan Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.

Lantas, Bagaimana nasib desa yang terdampak pembangunan PLTA Kayan?

Gambar PLTA (Wikipedia)

Untuk mengatasi hal tersebut, Direktur Operasional PT Kayan Hidro Energi Khaerony mengungkapkan pelaksanaan mega proyek PLTA di Sungai Kayan akan berimbas terhadap dua desa yakni Desa Long Lejuh dan Long Peleban.

Oleh karenanya, PT KHE akan melakukan relokasi bagi desa-desa yang terdampak terhadap pembangunan PLTA tersebut.

“Jadi, di bendungan satu itu ada dua desa yang akan kami relokasi. Tempat relokasi yang baru juga kami sesuaikan dengan permintaan dari masyarakat dua desa tersebut,” terang Khaerony, Kamis (15/8/2019) seperti dikutip dari Radar Kaltara.

Disamping itu, penduduk yang akan direlokasi juga ingin menikmati pembangunan insfratruktur di jalan provinsi yang menghubungkan antara Peso dan Malinau.

“Nantinya di lokasi yang baru itu juga akan dilewati akses rencana pembangunan Kayan II. Jadi dua desa itu tidak akan ketinggalan insfratruktur. Khususnya insfratruktur jalan, sehingga nantinya masyarakat bisa melalui akses darat,” pungkasnya.

Di sisi lain, Bupati Bulungan Sudjati menyatakan bahwa kajian pemindahan dua desa yang terdampak pembangunan PLTA Kayan sudah dilangsungkan sejak lama. Jadi saat ini tinggal proses relokasi saja.

“Setiap rumah juga telah dilakukan pendataan dari pihak KHE,” terangnya.

Dia menambahkan, pihak KHE juga telah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat akan direlokasi akibat pembangunan PLTA Kayan. Kedepan, Pemerintah Kabupaten Bulungan juga akan turut memonitor ke desa yang akan direlokas.

“Saya berharap segala kelengkapan desa menjadi hal yang utama yang harus diperhatikan pihak KHE,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *