Seni Karya Cipta Cetuskan Wayang Pancadatu Dengan Unsur Logam dan Permata

Hasil karya pelestarian budaya Wayang Pancadatu oleh Jro Dalang Suartana memiliki 5 unsur logam mulia. Unsur tersebut terdiri dari unsur emas, perak, tembaga, besi, dan asa-asa bukan hanya itu saja, Jro dalang Suartana juga menanamkan hiasan 5 permata yaitu mirah, basing, bidura, mirah cempaka serta safir.

Jro Dalang Drs I Gede Suartana yang berprofesi sebagai perajin perak dan emas, selain itu beliau adalah dalang asal Banjar Celuk, Desa Celuk, Kecamatan Sukawati, Gianyar. Beliau berhasil mencetuskan karya cipta desain Wayang Kulit Pancadatu dengan 5 unsur logam dan 5 unsur permata.

Walau bentuk wayang pancadatu memiliki bentuk yang sama dengan wayang Bali pada umumnya, namun kreasinya lebih indah dan menarik. Sebab, ada hiasan logam pancadatu berukir, sehingga terlihat lebih menarik.

Kedua sisi wayang kulit dihias sama persis dengan ornamen logam dan permata pancadatu. Menurut Jro Dalang Suartana, Wayang Kulit Panca-datu ini dilengkapi hiasan dengan logam pancadatu yang depercaya bagus untuk menarik aura kesucian saat nunas tirta wayang.

Sesuai namanya, Wayan Kulit Pancadatu ini berornamen 5 logam mulia, yang terdiri dari unsur emas, perak, tembaga, besi, dan asa-asa (campuran empat logam tadi). Wayang Kulit Pancadatu juga dihiasi 5 permata: mirah (berwarna merah), basing (hitam), bidura (putih), mirah cempaka (kuning), dan safir (berwarna abu-abu).

Jro Dalang Suartana memiliki stiduo yang bernama “Suar Balinese House” berada di daerah Banjar, desa Celuk, Sukawati. Beliau mengatakan, konsep Wayang Kulit Pancadatu ini memiliki kekuatan mistis untuk menarik aura kesucian. Wayang Kulit Pancadatu ini lebih berat dari wayang kulit umumnya, karena berisi tatahan logam pancadatu. Karena itu, Wayang Kulit Pancadatu hanya dipentaskan untuk “Wayang Lemah”.

Jro Dalang Suartana sudah mendaftarkan hak cipta hasil karya disain Wayang Kulit Pancadatu ini. Dia mendaftarkannya sebagai Hak Cipta Disain Tetatahan Logam Pancadatu pada Wayang Kulit dan Hak Cipta Disain Bunbunan Jejawanan pada Wayang Kulit ini ke Direktorat Hak Cipta dan Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual Kementerian HAM.

Hingga kini Jro Dalang Gede Suartana sudah kerap tampil di berbagai pementasan di Bali, seperti, Badung, Tabanan, Desa Batuan, Pura Desa Celuk, Klenteng Sukawati, termasuk mengisi acara pada even Celuk Jewellery Festival pada Oktober 2017 lalu.

Tidak hanya itu, pada 31 Mei 2014 lalu, ia juga berkesempatan mengikuti Festival Wayang Dunia di Nanchong Cina bersama Dalang I Wayan Tunjung dan Dalang Jennifer dari Amerika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *