Upaya Pemerintah Indonesia Kurang Pengangguran Lewat 4.0

Anggota DPR RI Dede Yusuf Macan Efendi membahas mengenai industri 4.0 terhadap para pemuda di wilayah Jawa Barat yang berlangsung dalam acara peringatan Sumpah Pemuda 2018. Dalam acara tersebut, Dede mengungkapkan kegiatan Young Enterpreneur Festival (Yourfest) 2018 dapat membantu negara dalam mengurangi jumlah pengangguran.

Dalam peringatan sumpah pemuda tersebut banyak sekali pemuda yang memang ingin menjadi pengusaha sukses. Menurut Dede, masyarakat yang ingin menjadi pengusaha cukup banyak, khususnya para generasi muda. Hanya saja mereka belum memiliki networking serta informasi yang belum banyak diketahui.

Selain itu, anak-anak muda juga susah dalam segi permodalan. Generasi muda harus paham bahwa pengusaha harus konsisten karena yang terjadi saat ini adalah banyak pengusaha yang gagal akibat tidak konsisten.

Dedi menambahkan bahwa hingga tahun 2020 akan ada 5 juta pekerjaan yang hilang, dan akan berdampak terhadap 50 juta pekerja. Meski demikian, mereka sudah siap untuk bertranformasi dengan jumlah sekitar 30 jutaan dan 20 juta akan mengalami stagnan. Hal tersebut yang dibutuhakan peran dari pemerintah.

Pekerjaan yang hilang tersebut antara lain tukang pos yang nantinya berganti menjadi email. Kemudian toko yang diganti dengan sistem jual beli online, ojok konvensional yang diganti menjadi ojek online, penjualan tiket konvensional yang berubah menjadi tiket online, dan sebagainya.

Peran pemerintah sangat dibutuhkan untuk mendukung sektor kewirausahaan. Pada tahun 2019, pihaknya akan mendorong agar selalu diadakan pelatihan yang dapat diserap oleh para wirausahawan. Ini penting dan harus diperhatikan oleh pemerintah mendatang. Industri 4.0 sudah terjadi dan Indonesia berada di urutan keempat dan kelima di Asia.

Dengan industri yang terus berkembang maka Indonesia harus bisa maju. Kemajuan suatu negara dalam bidang industri terjadi karena beberapa hal. Diantaranya adalah Sumber daya manusia serta perkembangan teknologi yang digunakan. Kerja sama atau tukar ilmu dengan para pekerja luar negeri tentu menjadi pilihan yang baik karena akan meningkatkan pengetahuan para pekerja Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *