Ramai Soal Margin GOTO Tergerus karena Potongan 8% Ojol, Simak Pembahasannya!

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) tengah menghadapi ujian berat dalam menjaga margin bisnis transportasi roda dua GoRide pasca penerapan kebijakan pembatasan potongan sebesar 8%. Kebijakan ini membuat unit economics GoRide saat ini masih berada di zona negatif.

Meski demikian, GOTO menilai implementasi kebijakan sejauh ini berjalan lancar dengan jumlah konsumen, pengemudi, dan transaksi yang tetap stabil.

Tekanan Margin GOTO di Tengah Regulasi Baru

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo mengakui bahwa unit economics GoRide saat ini masih negatif. Perseroan akan mengevaluasi sejumlah strategi untuk memperbaiki kondisi tersebut, termasuk penyesuaian harga, biaya platform, hingga waktu penerapan tarif.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai besarnya penurunan margin GOTO tidak bisa langsung dihitung hanya dari perubahan skema komisi.

Pasalnya, perubahan komisi dari sebelumnya sekitar 20% menjadi 8% bukan satu-satunya faktor yang menentukan pendapatan pengemudi maupun struktur ekonomi layanan transportasi daring.

Menurut Nico, dampak kebijakan terhadap profitabilitas GOTO masih harus dilihat dari formula tarif serta mekanisme pembatasan komisi yang nantinya diterapkan pemerintah. Berdasarkan masukan dari pengemudi, perubahan komisi tersebut bukan satu-satunya komponen yang menentukan pendapatan mereka karena masih terdapat sejumlah beban biaya lain yang harus ditanggung.

Dengan demikian, tekanan terhadap margin GOTO akan sangat bergantung pada kemampuan perseroan mempertahankan pendapatan di tengah perubahan skema tersebut.

Baca Juga: Wadaw! Patrick Walujo Perkuat Kepemimpinan di GOTO hingga 2029, Apa Dampaknya?

Strategi GOTO dan Prospek ke Depan

GOTO memiliki sejumlah pilihan untuk merespons perubahan struktur komisi. Hans sebelumnya mengatakan perseroan dapat menggunakan berbagai tuas, mulai dari penyesuaian harga, biaya platform, hingga waktu penerapan tarif.

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensi terhadap ekosistem GOTO. Penyesuaian harga misalnya berpotensi meningkatkan pendapatan per transaksi, tetapi di sisi lain dapat memengaruhi permintaan konsumen.

Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi mengatakan GOTO pada akhirnya menghadapi pilihan untuk menyerap tekanan margin atau meneruskan sebagian beban tersebut kepada merchant maupun konsumen. Risiko terhadap margin GOTO juga tidak hanya berasal dari bisnis transportasi roda dua.

Wafi mengatakan pengaturan tarif layanan pengantaran barang dan makanan berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), berbeda dengan tarif angkutan penumpang yang berada di bawah Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Meski bisnis On Demand Service (ODS) menghadapi tekanan, prospek GOTO tidak sepenuhnya bergantung pada bisnis mobilitas dan layanan pesan-antar.

Nico menilai perseroan memiliki ekosistem yang lebih luas serta diversifikasi bisnis yang dapat menjadi penopang kinerja ketika salah satu lini menghadapi tekanan regulasi. Pertumbuhan finansial GOTO melalui GoPay juga terus meningkat, tercermin dari kenaikan total transaksi.

Dengan demikian, besarnya tekanan terhadap margin GOTO akibat pembatasan potongan 8% akan sangat ditentukan oleh kemampuan perseroan menyesuaikan struktur biaya, menjaga pendapatan per transaksi, serta mempertahankan volume transaksi.

Di tengah proses finalisasi regulasi ojol, ruang bagi GOTO untuk mengoptimalkan unit economics menjadi faktor penting yang akan menentukan seberapa besar kebijakan tersebut berdampak terhadap profitabilitas perseroan.

Kebijakan potongan 8% menjadi tantangan serius bagi margin GOTO, namun perseroan masih memiliki sejumlah tuas untuk merespons. Kemampuan GOTO menyeimbangkan tekanan margin dengan menjaga volume transaksi dan memanfaatkan diversifikasi bisnis akan menjadi kunci utama dalam menjaga kinerja keuangan perusahaan ke depan. Investor pun masih perlu menunggu bentuk final regulasi untuk mengukur seberapa besar perubahan struktur komisi akan memengaruhi profitabilitas GOTO secara keseluruhan.

Demikian informasi seputar perkembangan terbaru margin GOTO. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Indopreneur.Org.