NTT Perkenalkan Potensi Bisnis Kepada Investor Singapura

Untuk meningkatkan investasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) pemerintah menggandeng dua investor asal Singapura datang ke NTT dan melihat secara detail potensi investasi yang ada di kawasan Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo.

Investor yang dibawa oleh pemerintah ini memang sebelumnya sudah berinvestasi di Belitung dan Jakart, atau bisa dibilang sudah mengetahui iklim investasi pariwisata di Indonesia.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya menunjukkan kawasan wisata tersebut sebagai tindak lanjut dari ‘Leaders Retreat’ antara Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Nusa Dua, Bali, pada Kamis (11/10) lalu dilansir dari cnnindonesia.com.

Dalam lawatan investor asal Singapura melihat secara detail potensi investasi di NTT, kedua investor tersebut disambut dengan ramah oleh beberapa jajaran pemerintahan Pemda Kabupaten Manggarai, Kementerian Pariwisata, Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi NTT, Pejabat Bank Badan Usaha Miliki Negara (BUMN) serta beberapa pelaku usaha di NTT.

Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo menjadi salah satu destinasi unggulan di NTT bahkan di Indonesia yang mampu menjaring wisatawan asing.

Labuan Bajo beberapa waktu yang lalu dinobatkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pariwisata masuk 10 Bali Baru di Indonesia. Pengembangan industri pariwisata di Labuan Bajo terbilang sangat pesat dan hal ini memberikan impact baik bagi investasi di NTT sendiri.

Dalam kunjungan ini memang sebelumnya investor asal Singapura ini akan berinvestasi pengembangan Bandara Komodo yang akan dibangun sebagai salah satu akses wisatawan internasional di pariwisata NTT.

Sebagai informasi, jumlah investasi dari Singapura sepanjang semester I 2018 tercatat sebesar US$210 ribu untuk pembangunan di sektor perhotelan dan restoran.

Dalam catatan Bank Indonesia, realisasi investasi Singapura selama enam bulan pertama tahun ini meningkat 38 persen dari periode yang sama 2017, yakni mencapai US$5,04 miliar atau setara lebih dari Rp70 triliun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *