Revolusi Kendaraan Listrik: TDI Siap Rebut Pangsa Pasar di Indonesia

Indonesia, dengan target ambisius dalam pengurangan emisi karbon dan upaya menuju masa depan yang berkelanjutan, kini semakin terlibat dalam perubahan signifikan dalam industri transportasi khususnya upaya penyebaran kendaraan listrik. Sebuah laporan dari researchandmarket.com mengungkapkan bahwa pangsa pasar penjualan kendaraan motor listrik di Indonesia diperkirakan akan tumbuh pesat dari 0,03 juta unit pada tahun 2022, setara dengan 0,5%, menjadi 1,87 juta unit atau mencapai 28% pada tahun 2027. Pertumbuhan ini sesuai dengan perkiraan tren nilai pasar motor listrik yang ditaksir mencapai US$8,78 miliar atau memiliki CAGR 7% pada periode 2023-2027.

Indonesia telah menegaskan komitmennya dalam mengurangi emisi karbon dengan meningkatkan target enhanced nationally determined contribution (E-NDC) menjadi 32% atau setara dengan 912 juta ton karbon dioksida (CO2) pada tahun 2030. Ini merupakan peningkatan dari target sebelumnya, yaitu pengurangan emisi karbon sebesar 29% atau setara dengan 835 juta ton CO2.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat bahwa jika Indonesia tetap berjalan dengan pola bisnis seperti biasa (business as usual) tanpa melakukan perubahan untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, maka negara ini akan memproduksi sekitar 1,5 gigaton CO2 pada tahun 2060.

Dalam upaya mencapai target pengurangan emisi dan menjaga lingkungan, Indonesia telah mengambil serangkaian langkah strategis, termasuk konversi dari bahan bakar fosil ke LNG, pengurangan pembangkit berbahan bakar batu bara, dan juga konversi kendaraan bermotor menjadi listrik.

PT Terang Dunia Internusa (TDI), salah satu produsen sepeda dan kendaraan listrik roda dua terbesar di Indonesia, berkomitmen untuk merebut potensi pangsa pasar kendaraan listrik roda dua di dalam negeri dan global. TDI menyadari bahwa visi ini sejalan dengan upaya pengurangan emisi karbon, dan mereka melakukannya melalui merek ternama mereka, yaitu United.

Melalui merek United, TDI telah mendistribusikan lebih dari 300 jenis sepeda, 20 model sepeda listrik, dan empat model motor listrik ke 600 dealer di seluruh Indonesia dan luar negeri. Stephen Mulyadi, Presiden Direktur TDI, menjelaskan bahwa TDI memiliki pengalaman end-to-end dalam membangun merek United Bike yang kini menjadi top of mind di pasar sepeda. TDI berkomitmen untuk terus mengembangkan dan membangun kendaraan listrik yang ramah lingkungan sebagai alternatif terhadap kendaraan berbasis internal combustion engine (ICE), dengan meningkatkan investasi dalam riset dan pengembangan, pemasaran, serta infrastruktur.

“Kami memiliki visi merevolusi industri transportasi dengan menyediakan kendaraan roda dua baik berbasis listrik maupun pedal yang ramah lingkungan, efisien, dan terjangkau di pasar dalam dan luar negeri,” ujar Stephen dalam keterangannya.

Pangsa pasar sepeda listrik dan motor listrik di Indonesia diprediksi akan terus bertumbuh dari tahun ke tahun, didorong oleh permintaan dari individu, pemerintah, serta bisnis, terutama di sektor transportasi dan logistik. Dukungan pemerintah juga menjadi faktor kunci dalam pertumbuhan kendaraan listrik. Sejak dikeluarkannya Peraturan Presiden pada tahun 2019, banyak kebijakan dan regulasi pendukung yang telah dikeluarkan oleh pemerintah untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik.

“Sejalan dengan upaya Indonesia menuju masa depan yang berkelanjutan, pemerintah telah mengambil langkah signifikan untuk mendukung pertumbuhan industri kendaraan listrik. Dukungan ini tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan tetapi juga perekonomian Indonesia secara keseluruhan,” jelas Stephen Mulyadi.

TDI tengah mengembangkan portofolio bisnis motor listrik yang dikenal dengan merek United E-motor. Salah satu strategi yang mereka jalani adalah dengan memperluas fasilitas produksi. TDI saat ini memiliki dua fasilitas produksi di Citeureup dan Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Dari kedua fasilitas ini, TDI mampu menghasilkan 1 juta sepeda per tahun, 250.000 E-Moped per tahun, dan 150.000 E-Motor per tahun.

“Perusahaan memiliki posisi strategis untuk menangkap permintaan pasar Indonesia yang terus meningkat untuk pilihan transportasi ramah lingkungan dengan menarik konsumen yang sadar harga tanpa mengorbankan kinerja dan keandalan,” jelas Henry Mulyadi, Direktur TDI.

United E-motor memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya lebih menarik di pasar. Salah satunya adalah jarak tempuh yang tinggi, serta garansi baterai yang mencapai 3 tahun. Ini menjadikan United E-Motor lebih unggul jika dibandingkan dengan produk sejenis yang beredar di pasar. Selain itu, sebagian besar komponen yang digunakan oleh United E-Motor berasal dari dalam negeri, sehingga produk ini memiliki nilai TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) rata-rata di atas 50%. Produk United E-Motor juga dapat mengikuti Bantuan Pemerintah dan Insentif Fiskal untuk Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) dengan nilai bantuan subsidi yang diberikan sebesar Rp 7 juta per unit motor baru.

“Semua ini menjadikan produk United E-Motor menjadi lebih terjangkau oleh masyarakat, tetapi tetap memiliki keunggulan performa,” tambah Henry Mulyadi. Pada akhirnya, TDI berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan bagi Indonesia. Dengan visi merevolusi industri transportasi dan komitmen dalam pengembangan kendaraan listrik yang ramah lingkungan, TDI berada pada posisi strategis untuk mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan mendukung perekonomian negara ini secara keseluruhan.